Ngulastekno

Ngulastekno adalah blog teknologi yang menyediakan informasi gadget

Indonesia Masih Senang Gunakan Software Bajakan

Dalam satu survey yang dikerjakan Orang-orang Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dengan Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia (FEUI) pada 500 responden perusahan di Jakarta serta Surabaya, diketemukan masih tetap ada kemauan untuk memakai product palsu yang tinggi. Salah satunya product palsu dari elektronik, software serta yang lain. Kami kerjakan studi willingness ke customer pada tujuh bagian industri. Dari 500 respoden, saat di tanya masih tetap menginginkan pakai product bajakan atau palsu, jawabannya masih tetap. Elektronik bajakan paling disukai sampai 50 % responden. Dibarengi software bajakan di level 30-an %.

Menurut dia, ini angka yang mencemaskan. Ada product jasa yang di nikmati customer. Umpamanya di bank, bila mereka memakai software bajakan, data nasabah juga akan susah dijaga keamanannya, karena ada resiko malware, jadi juga akan merugikan nasabah. Karenanya, MIAP bekerjasama dengan Pusat Integritas Digital Asia (ACDI) serta di dukung oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), meluncurkan satu program baru untuk mengedukasi beberapa pebisnis (perusahaan) tentang perlunya memakai piranti lunak asli untuk keamanan dari resiko kejahatan siber.

f:id:ngulastekno:20171024013055j:plain

Pemakaian software asli dipercaya mendorong kelebihan kompetitif brand perusahaan baik di level nasional ataupun kesibukan usaha global. Lewat program yang dimaksud PIAGAM SOFTWARE ASLI (PSA), perusahaan diinginkan untuk dengan suka-rela berperan serta, lewat sistem audit berdiri sendiri yang dikerjakan oleh partner ACDI. Kami juga akan mulai dengan mendorong anggota MIAP yang semua pemegang merk, dalam gagasan untuk dengan suka-rela mengaudit dianya. Program ini kami dukung karena gratis. Terkecuali audit ada panduan untuk hindari serangan siber, bagaimana caranya untuk tingkatkan keamanan serta bagaimana perusahaan bisa mengelola aset piranti lunak yang rumit.

Lewat program Piagam Software Asli ini, perusahaan juga akan diaudit serta diedukasi masalah bahaya pemakaian sofware palsu. " Kita mengharapkan perusahaan dapat mempelajari terlebih dulu. Hingga produknya aman serta waktu masuk pemasaran di negara beda, dapat disadari. Widyaretna Buenastuti, Juru Bicara ACDI memberikan perusahaan yang tertarik untuk diaudit dapat segera berkunjung ke sekalian mendaftar untuk dikerjakan assesmen oleh konsultan ICDI. Sesudah merampungkan sistem yang disyaratkan lebih kurang sepanjang dua bln., perusahaan juga akan terima sertifikat kepatuhan.

Program ini adalah service gratis untuk menolong usaha di Indonesia tetaplah aman serta legal. Serta sertifikat ini berlaku satu tahun serta juga akan dievaluasi untuk memperoleh sertifikat di tahun selanjutnya.